Rabu, Agustus 29, 2018

Julidnya Netizen di Asian Games 2018
Gue bete kalo pas ada atlet kalah pas bertanding, di sosmednya netizen pada komen, "Dasar atlet bego, gitu doang kalah!"



Bisa bayangin nggak, atlet udah latihan fisik tiap hari, diet, dan disiplin mengatur makan, endingnya dikata-katain abis-abisan cuma karena kekalahan. Yang ngeselinnya lagi, orang-orang yang komen itu nggak mau tau fakta bahwa atlet yang kalah itu melawan atlet dari negara lain yang rankingnya dalam level dunia, jauh lebih atas dibanding dia.


Padahal, gue yakin nih orang-orang yang asal komen nge-bully atlet, kalo diajak latihan fisik sehariiii aja, paling besoknya kena tifus, atau tangan kaki lumpuh.

Yang ngeselinnya lagi, orang-orang ini punya dalih ingin memperkuat mental para atlet dengan cara mem-bully pake komentar-komentar pedas. Masalahnya, mental atlet yang harus dibangun itu adalah mental bertanding, bukan mental menghadapi komentar julid netizen.

Kalah setelah bertanding itu sudah cukup membuat para atlet kecewa karena pengorbanan yang selama ini mereka lakukan, berakhir kurang menyenangkan. Ditambah komentar-komentar pedas itu bisa membuat atlet down dan bisa aja sampai depresi.

Memang, mengomentari itu jauh lebih mudah daripada menjalani. Tapi bukankah lebih baik kalo mengomentari dengan kata-kata yang lebih baik dan supportive?

Bahkan, nggak cuma atlet, Pak Presiden yang menyajikan atraksi sepeda motor dalam pembukaan Asian Games, tetep aja ada netizen komen negatif. Ada yang bilang itu penipuan karena pake stunt-man. Ada yang bilang Pak Presiden nyuri panggung pembukaan Asian Games 2018. Pesta pembukaan Asian Games terlalu mewah, dll.



Logikanya gini loh, Indonesia udah nunggu puluhan tahun untuk bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games. Wajar kalo akhirnya kesampaian, acaranya pun dibuat semewah dan semeriah mungkin. Karena dengan event ini, Indonesia punya kesempatan untuk memperkenalkan diri ke dunia. Lo pasti ngerti nyeseknya saat ketemu bule, dan dia nggak tau Indonesia itu ada di mana. Atau Bulenya lebih kenal Bali dibanding Indonesia. Nah, dengan atraksi unik yang dilakuin Pak Presiden itu, akhirnya media-media asing ramai memberitakannya, dan Indonesia jadi lebih dikenal dunia. Mbok ya mikir.

Bahkan, sebagian Netizen ini semacam punya terlalu banyak waktu luang untuk ngomenin soal kursi penonton yang kosong. Banyak yang mengeluhkan kenapa di beberapa pertandingan ada kursi penonton yang kosong, padahal tiket sudah sold out. Dan isu ini pun "digoreng" oleh sebagian pihak untuk memancing keributan di ajang bergengsi ini. Sedih nggak sih?

Sebenernya, kasus kursi kosong ini nggak cuma menimpa Asian Games 2018. London Olympics 2012 pun pernah ada kasus 12.000 kursi kosong, Rio Olympic taun 2016 pun ada buanyak banget kursi kosong.

Gue nyoba untuk searching kenapa sih di berbagai event olahraga taraf internasional ini banyak kursi kosong? Gue pun nemuin banyak fakta yang masuk akal soal kasus ini:

- Tiket Dibeli Online
Ya.. Banyak tiket dibeli oleh pendukung atlet-atlet dari negara masing-masing secara online, namun saat hari pertandingan, para pendukung ini tidak bisa menghadiri dan menonton pertandingan. Bisa lo bayangin, ada berapa banyak orang dari sekian banyak negara yang ikut Asian Games udah beli online dari negara masing-masing. Dan wajar kalo endingnya mereka nggak jadi nonton karena ada hal yang lebih urgent di kehidupannya.

- Tiket dialokasikan untuk para sponsor, dan undangan
Asian Games 2018 bisa berjalan dengan baik juga pastinya berkat dukungan sponsor. Itulah kenapa, panitia memberikan tiket untuk para sponsor sebagai wujud apresiasi atas jasa mereka. Lo bisa bayangin nggak, berapa banyak sponsor yang mendukung Asian Games 2018? Nah, kalo tiap sponsor dapet undangan untuk 10 orang, berarti ada berapa banyak tiket yang dialokasikan untuk sponsor?

- Pengaturan ruang gerak
Ajang Asian Games 2018 sangat menarik antusiasme warga. Itulah kenapa, kemungkinan overload juga tinggi. Panitia sengaja mengatur jumlah tiket penonton tanpa boleh melebihi jumlah kursi yang ada, agar tidak ada penonton yang berdiri berjubelan. Sehingga panitia bisa lebih mudah mengatur jalannya pertandingan dan bisa memastikan pertandingan berjalan secara tertib.

Gue bukannya nggak setuju kalo netizen kritis, namun mending mereka lebih kritis ke hal-hal yang lebih penting seperti misalnya, nasib atlet Indonesia, atau kritis soal gimana cara meningkatkan prestasi atlet. Stop budaya omong kosong apalagi omong kosong yang memancing keributan maupun kebencian. Negara kita terlalu indah untuk diisi dengan kebencian dan permusuhan. Malu ah, negara kita lagi jadi pusat perhatian dunia, tapi malah pada ribut sesama rakyatnya.

Mending kita diskusi yuk! Menurut lo, apa sih yang harus ditingkatin lagi biar prestasi para atlet Indonesia semakin gemilang? Tulis di kolom komen, ya!
Read More
Rabu, Agustus 15, 2018

Jangan Jadi Netizen Yang Kurang Piknik

“Huff! Baru beli mobil aja, pamer mulu di IG!”
“Halah.. Sok pamer kemesraan di sosmed, paling pencitraan”
“ih.. Cowok kok kumisan. Gak gentle!”

Komen-komen di atas adalah beberapa contoh aksi orang yang kurang piknik. Inilah netizen zaman now, yang suka melampiaskan segala masalah hidupnya di internet. Saat hidup mereka membosankan, mereka cenderung nyari masalah di internet. Saat mereka gagal mengatur hidup sendiri, mereka cenderung suka mengatur hidup orang lain di internet.

Gue jadi inget, dulu gue hobi berantem di Twitter. Orang-orang nyebutnya dengan istilah “tweet-war”. Mulai dari berantem soal politik, bahkan sampai soal K-pop. Tiap hari adaaa aja alasan untuk berdebat sama orang-orang yang gue kenal aja nggak. Dan ternyata, banyak juga orang yang minat buat berdebat mulu di internet nanggepin gue. Bahkan, kadang kami bisa debat dari pagi sampe malem tanpa henti. Bayangkan… Betapa besar dedikasi kami dalam membuang waktu untuk menunjukkan pendapat kami paling benar.

Sampai akhirnya gue sadar, bahwa setiap kali gue berantem sama orang di internet, itu biasanya karena gue lagi bermasalah di kehidupan sehari-hari. Misal, belum bayar kost, atau gebetan abis ditikung temen, atau internet terputus saat download udah 99%. Kenyataannya, saat gue lagi happy-happy aja, gue nggak pernah rese di internet. Yang gue share paling joke-joke atau video-video lucu doang. Nggak ada niat buat debat sama orang.

Nah, untuk itu di postingan kali ini, gue bakal berbagi tips ke kalian untuk menjadi netizen yang menyenangkan dan nggak banyak musuh di dunia maya. Here they are:

1. Niat Yang Benar Dalam Berinternet
Apa sih maksudnya? Maksudnya ya sesederhana kalo lo mau online, pastiin lo punya niat yang benar. Misalnya, mau nyari info, mau nyari temen, atau mau nyari jodoh. Dengan niat begitu, saat lo berseluncur di dunia maya, lo bakal focus ke hal-hal positif, bukan terpancing oleh hal-hal negative.



Di internet lo bisa nyari info apaaaa aja. Internet adalah salah satu tempat terlengkap untuk belajar. Makanya, mending fokuskan diri untuk belajar, dibanding bertengkar.

2. Orang sabar, rezekinya besar



Di dunia maya, lo bakal ketemu berbagai macam manusia. Mulai dari yang suka pamer selfie namun captionnya adalah quote dari penulis terkenal, sampai mas-mas yang buang air pun update. Nah, kadang sebagai manusia, kita ada keinginan untuk nge-judge perbuatan-perbuatan abnormal orang lain di internet. Padahal, main internet itu simpel. Saat lo nemuin konten yang nggak lo suka, close tab, dan cari konten lain. Jangan terpancing untuk nyinyir atau julid atas kelakuan orang lain.
"Tapi kalo ada orang tiba-tiba ngatain kita gimana?"

Ya, sebagai orang yang punya banyak followers di Twitter dan Instagram, gue juga sering ngalamin itu. Bangun tidur, buka Twitter, tau-tau ada yang mention ngatain muka gue kayak dudukan kloset lah, kayak om-om genit lah, kayak bisul Rio Dewanto lah. Itu wajar.. Internet ngasih topeng kepada manusia, sehingga ada 2 tipe manusia di internet saat mereka mampu menyembunyikan identitasnya. Tipe pertama adalah orang yang akan tetap berlaku baik meskipun nggak dikenali, yang kedua adalah orang yang berani menjadi orang jahat mentang-mentang nggak ada yang tau siapa dirinya.

Dengan fakta itu, tentunya kalian jadi mengerti bahwa orang yang suka ngata-ngatain lo itu adalah tipikal netizen kedua. Yang istilah lainnya adalah anonymous psychopath. Iya.. Itu masuk kategori orang nggak waras. Cara ngadepinnya gimana? Ya sama aja dengan misal lo ketemu orang gila di jalan. Mau lo tanggepin ocehan mereka atau nggak? Simpel.

3. Banyakin Piknik
"Tegang mulu otak lo, kurang piknik pasti!"
Biasanya temen kita bakal bilang gitu kalo kita mendadak sensi atas bercandaan atau perlakuan mereka. Memang benar adanya. Orang yang otaknya stress, cenderung sensitif dan baperan. Karena orang yang sedang stress biasanya akan selalu kebawa pikiran negatif mulu. Kalo lo lagi stress, jangan main sosmed dulu deh.. Ntar bawaannya pengin ngomelin orang yang keliatan sotoy di internet, atau malah minder pas liat postingan-postingan orang pamer di Instagram.



Nah, cara yang efektif untuk mengurangi stress adalah refreshing. Dengan traveling, melihat hal-hal menarik, bertemu orang-orang baru, dan menikmati pemandangan yang indah, otak kita akan cukup segar kembali untuk menghadapi hidup.

"Pengin piknik sih.. Tapi duit dari mane?? Belom gajian nih!!"

Tenang.. Traveling itu nggak harus mahal, apalagi kalo cuma destinasi-destinasi lokal. Biaya hidup saat traveling pun bisa disamakan dengan biaya hidup kita sehari-hari di rumah. Asalkan, gaya hidup kita saat traveling juga nggak terlalu wah. Jajan nggak harus di restoran mahal, nginep nggak harus di hotel berbintang. Itu adalah kunci untuk melakukan traveling dengan budget murah. Apalagi kalo destinasinya kota-kota semacam Yogyakarta, di sana mah banyak banget pilihan murahnya. Bahkan biaya hidup di Yogya akan lebih murah dibanding biaya hidup lo di rumah kalo lo anak Jakarta.

"Tapi tiket transportasi, dan hotel kan nggak murah juga?"

Oke.. Oke.. Sebenernya lo bisa aja dapet tiket murah asal lo udah planning jauh-jauh hari dan manfaatin program-program promo yang ditawarin. Tapi kalo dirasa itu masih out of budget lo sekarang, ya tenang aja. Gue punya cara baru buat beli tiket pesawat maupun hotel.

Kemarin gue abis nyobain fitur baru Traveloka yang bernama Pay Later. Dengan fitur ini, lo bisa nyicil tiket/voucher yang lo beli di Traveloka TANPA KARTU KREDIT. Keren kan?

Caranya gimana?? Nih.. Ikutin langkah berikut ini!



Lo tinggal pilih dan booking produk tiket/voucher yang mau lo beli di Traveloka, terus pilih PayLater saat masukin metode pembayaran. Lanjut klik "Apply", dan lo masukin kode kuponnya deh. Abis itu, tiketnya bakal dikirim ke email lo deh.

Tapi, gimana sih caranya daftar PayLater? Tenang.. Nggak ribet kok!



Buka aplikasi Traveloka, terus pilih menu PayLater. Abis itu pilih TravelokaPay, dan pilih PayLater, lalu klik "Apply Now". Abis itu, lo tinggal isi aja formulir buat pendaftaran Traveloka PayLater. Setelah selesai ngisi form, lo tinggal nunggu email konfirmasi dari Traveloka. Kalo pendaftaran lo diterima, lo tinggal aktivin akun PayLater lo via link yang dikirimkan ke email lo. Kelar deh! Untuk video tutorialnya, simak aja!




Tuh.. Gampang kan? Lo bisa piknik kapan aja lo mau. Nggak perlu mikirin lagi bokek, belum gajian, atau belum punya gebetan. Tenang.. Pekerjaan bisa menunggu, namun senang-senang bisa lo nikmatin setiap waktu!

So this is the end of the post. Semoga yang gue sampaikan bisa bermanfaat buat elo. Kalo ada yang perlu ditanyain, tulis aja di kolom komen, ya! Ciao!
Read More