shitlicious

Jumat, April 08, 2016

Esensi Dari Mencintai

Kadang kita dihadapkan dengan pertanyaan dan pendapat dari lingkungan:

"Kok kamu mau sih sama dia?"
"You deserve better.."
"Kamu tuh gak bakal bahagia sama dia."
"You're nothing to him."

Lalu kita terpengaruh, lalu kita menyerah memperjuangkan perasaan kita kepada orang yang dicinta. Kita merasa, benar juga pendapat mereka. Lalu langkah kita untuk mundur, didukung oleh mereka dengan suka cita.

Namun, kita lupa esensi dari mencintai. Bukan mereka yang merasakan, bukan mereka yang menjalani. Jadi, bukan mereka yang berhak memutuskan yang terbaik untuk dijalani. Esensi dari mencinta adalah untuk merasa bahagia, bukan untuk terlihat bahagia. Memperjuangkan hati si dia, bukan hati lingkungan kita. Menikmati pengorbanan, bukan memaksakan pengorbanan.

Orang yang beneran mencinta, saat berjuang untuk orang yang tak bisa termiliki pun bisa tetap merasa bahagia. Orang yang tak benar-benar mencinta, akan kebanyakan mikir untung-ruginya, mungkin-tidaknya, matematis dan logika.

Alogaritma cinta itu unik. Kita gak bisa compare apple to apple untuk menciptakan pasangan yang harmonis & bahagia. Dua orang dengan kesetaraan level IQ & EQ, apakah menjamin langgengnya hubungan mereka? Tidak.

Orang yang lebih cerdas, kaya, cakep, banyak. Tapi apakah level kecerdasan, kekayaan, dan kecakepan setinggi itu yang selalu cocok untuk kita? Tidak.

Justru kadang kita merasa lebih nyaman dengan orang yang nggak lebih cerdas, karena kesamaan kecerdasan kadang malah membuat kita sering berdebat. Kita kadang lebih nyaman dengan orang yang hidupnya gak begitu mentereng, karena mungkin kita akan kewalahan sendiri mengikuti gaya hidupnya. Dan kadang kita lebih suka sama orang yang gak cakep-cakep amat, karena tampangnya nggak bikin insecure bakal ditaksir orang lain. 

Nah, kalo udah ngerti hal-hal semacam itu, artinya kita sudah tau yang kita butuhkan. Akan selalu ada orang yang lebih ini-itu di luar sana, tapi belum tentu mereka bisa jadi pasangan yang lebih baik dari yang kita cinta. Kadang, segala kelebihan mereka, hanya akan jadi bahan ketertarikan sesaat saja.

Mencintai berdasarkan kebutuhan itu lebih indah. Sedangkan mencintai berdasarkan kemauan itu bakal penuh tekanan, apalagi kalo mencintai berdasarkan kemauan orang lain. Segala yang kita lakukan, akan berdasarkan penilaian orang lain. Ngapain?

Mending kita mencintai orang yang kita butuhkan, dibanding mencintai orang yang kita mau. Kita bisa bosan dengan apa yg kita mau, tapi kita gak akan lepas dari orang yang kita butuh. Jadi.. Silakan mencintai siapapun, yang penting kamu bahagia dan nyaman. Jangan biarkan pendapat lingkungan, menjadi sebuah sandungan. Yang penting kamu mampu mengecap kebahagiaan.

Lebih baik patah hati karena pilihan sendiri, daripada patah hati kepada orang yang bahkan tak benar-benar kita kehendaki. Dan lebih seru lagi, kalo kita bisa mencintai orang yang kita pilih sendiri, daripada memiliki orang yang tak kita cintai.

Mencintalah sampai kamu dianggap bodoh. Cinta itu tanpa logika, semakin kamu jatuh cinta, kamu akan semakin terlihat gila. Biarkan orang lain menganggapmu tak punya malu, asal orang yang kamu cinta bisa kamu buat terharu. Karena cinta akan menciptakan refleksi pada diri sendiri. Rasa yang kamu ciptakan untuk si dia, nantinya rasa itu akan kembali kepada dirimu juga. 

Jangan kamu tanggung beban atas ambisi orang lain. Biarkan otak mereka mengomentari cara kerja hatimu. Seperti manusia yang mengecam hujan, di saat yang sama, mereka tak sadar bahwa air adalah sebuah kebutuhan.

Have a good day!
Read More 52
Kamis, Maret 10, 2016

Apakah Bilang Cinta itu Berarti Nembak?


Waktu STM, gue suka ama seorang wanita. Setiap hari kami bertemu di kantin. Sambil makan siang, kita sering ngobrol, berbagi banyak hal, dan canda tawa. Gue berbagi tentang pelajaran-pelajaran yang susah. Dia berbagi tentang berapa banyak murid yang dia cukur paksa rambutnya di ruang BP.

Segala keramahan dia, membuat gue merasa nyaman untuk bersamanya. Kebaikan dia juga satu hal yang menambah kekaguman. Kadang gue kalo balik sekolah jalan kaki, dia tawarin tebengan dengan sepedanya. Dia yang boncengin gue. Gue duduk bonceng sambil makan es krim. Sampai akhirnya, setahun kami dekat, di dada gue ada rasa yang membuncah-buncah. Gue merasa berdekatan dengannya adalah candu, sedangkan jauh darinya adalah bibit rindu. Iya, gue nyadar bahwa gue jatuh cinta kepadanya.

Pagi itu, gue beranikan diri untuk sengaja make celana jeans dan kaos oblong ke sekolah. Biar gue dipanggil ke ruang BP dan bertemu dia. Rencana itu berhasil, dan di ruangan itu akhirnya kami hanya berdua. Setelah panjang lebar dia menasehati tentang pelanggaran tata tertib sekolah, dia terdiam dan terlihat kecewa. Namun, dengan segala usaha, gue coba bikin dia ketawa. Dan akhirnya berhasil juga. Gue kembali melihat sebuah senyum indah, berkat kolaborasi gigi yang rapih dan bibir tipis yang ranum itu. Saat dia tertawa terlalu kencang, gue tempelkan jari telunjuk gue ke bibirnya. "Sssh.."

Tawanya terhenti, suasana mendadak hening sekali, sesaat terdengar suara jam dinding berdetak. Dia lalu merapihkan rambutnya yang sudah sedikit beruban itu dengan rasa canggung. Di saat itu, gue bilang, "Kamu tau kenapa aku suka membuatmu tertawa?"

Dia hanya menggeleng sambil menyembunyikan rasa malu. Gue melanjutkan omongan gue, "Karena membahagiakanmu adalah hal yang bisa membuatku merasa berguna. Sehingga, hal itu membuat aku bahagia juga."

Dia termenung. Gue lanjutin omongan gue lagi, "Mungkin ini terdengar bodoh, tapi aku hanya ingin kamu mengerti. Aku mencintaimu, sejak pertama kali kamu menawariku untuk duduk berdua di kantin dan makan bersamamu. Kesederhanaan dan keramahanmu, meluluhkan hatiku yang sempat membatu."

Yap! Gue akhirnya meluapkan semua isi hati yang sudah lama gue pikul sendiri. Dan apakah dia senang mendengarnya? Gue nggak tau. Tapi sejak hari itu, dia tak pernah makan di kantin lagi. Dia nggak pernah ngajak gue ngobrol lagi. Dan setiap pulang sekolah, dia naik Jet Pribadi, agar tidak berpapasan sama gue yang jalan kaki.

Iya, dia menghindar setelah gue mengakui bahwa gue mencintainya. Gue kecewa, ternyata sifatnya tak sedewasa umurnya. Oh.. Bu Ningsih.

***

Cerita di atas, bikin gue pengin berbagi sesuatu ke kalian. Iya, tentang ungkapan cinta dan konsekuensinya.

Jadi, menurut pemahaman gue, ungkapan cinta itu NGGAK SELALU berarti nembak. Itulah kenapa, gue suka heran kok ada aja orang yang cinta, tapi nggak berani mengakuinya. Ada yang takut ditolak, ada yang takut jadi berjarak. Padahal  sekali lagi, bilang cinta, bukan berarti nembak. Bilang "aku cinta kamu", bukan berarti "kamu mau jadi pacarku nggak?"
Karena itu pengakuan atas sebuah rasa, bukan ekspresi atas sebuah asa.

Yang lebih nyebelin lagi adalah oknum-oknum yang tukang ge'er. Gara-gara ada orang yang nggak dia suka bilang cinta ke dia, lalu dia ngabur gitu aja. Oknum-oknum yang kayak gini yang bikin orang jatuh cinta, memilih untuk diam saja.

Mari kita berpikir secara lebih dewasa. Coba kita ubah sudut pandang kita mengenai orang yang mengucapkan kata cinta. Jangan anggap sebuah ungkapan cinta itu sebagai tembakan, tapi sebuah pujian.

Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia melihat hal-hal yang menarik dari elo. Itu pujian.
Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia menilai elo bisa membuat dia nyaman. Itu pujian.
Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia berpikir elo spesial. Itu pujian.

Nah, dari fakta-fakta di atas, bagian manakah dari ungkapan cinta yang membuat lo tersinggung? Gak ada. Lalu kenapa lo harus menghindar kalo orang yang gak lo suka memberi sebuah pujian ke elo? Jangan jadi makhluk yang sok terlalu berharga, di mana cuma mau menerima pujian dari orang yang elo suka aja.

Cinta itu adalah anugerah Tuhan yang nggak bisa diatur oleh pikiran. Kalo ada orang yang cinta, itu bukan manusia yang menghendaki. Hatinya yang terjatuh sendiri. Dia jatuh cinta kepada orang yang kadang tak dia duga. Dan buat lo yang belum pernah jatuh cinta, gue kasih tau: Cinta itu bisa jadi beban di hati, kalo belum pernah diakui. Itulah kenapa, orang yang jatuh cinta, cenderung ingin mengungkapkan perasaannya. Bukan.. Bukan untuk memilikimu, tapi cuma ingin merasa lega aja dulu.

Nah, terus gimana kalo abis ada orang yang bilang cinta ke kita?

Ya ucapin makasih aja. Gak ada tendensi untuk bilang "aku juga cinta" atau "maaf, aku gak merasakan hal yang serupa" kok.

Setiap orang berhak untuk mencintai, lalu mengakui. Nah, untuk urusan memiliki, baru butuh sebuah kesepakatan. Lalu bagaimana agar kesepakatan itu terwujud? Ya kalian berdua harus punya perasaan serupa. Kalo tidak ada perasaan serupa? Ya lanjutkan hidup, tanpa perlu terbebani oleh ungkapan cintanya. Anggap saja itu sebuah pujian yang bisa kamu terima, tanpa perlu respon spesial juga.

Gue kasih tau serunya kalo ada orang yang ngungkapin cintanya. Nikmati aja.. Biarkan dia membuktikan apa yang dia ucapkan, dengan perbuatan yang nyata. Tanpa perlu lo minta. Kalo emang dia cinta, dia akan terus berjuang ke depannya. Tapi kalo cintanya di bibir saja, nanti dia juga akan lelah dan bosan berjuang. Wajar.. (Baca: Kadang orang juga salah mengartikan perasaannya.) Orang yang beneran cinta, tak akan lelah untuk berjuang, karena kebahagiaan orang yang dicinta, merupakan sumber energinya.

Lalu, apakah kita harus terus membiarkan orang yang kita cinta itu terus berjuang? Di saat segala perjuangannya benar-benar tak bisa membuat hati kita luluh?

Jawaban gue, iya.. Kalo dia berjuang untuk selalu membahagiakan kita. Jangan ditolak kebaikan-kebaikannya. Tapi, kalo dia meminta kita untuk menjadi miliknya, di saat kita gak merasa cinta, silakan tolak dia, dan minta dia berhenti saja. Toh, dia harus sadar bahwa MENCINTAI dan MEMILIKI adalah dua misi yang berbeda. Mencintai adalah ekspresi hati, sedangkan memiliki adalah ekspektasi ego.

Cinta memang tak bisa dipaksakan. Tak bisa dipaksakan untuk mati, dan tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Jangan menerima dia cuma karena kasihan saja. Karena, nantinya lo akan menyakitinya juga, dengan perasaan palsu yang lo berikan ke dia.

"Bang.. Kalo nanti aku baikin dia padahal aku gak suka, nanti aku dicap tukang PHP gimana?"

Jangan takut. Orang-orang yang suka nuduh lo PHP di saat dia gagal memiliki elo, itu bukan salah elo. Itu salah mereka,  yang berharap untuk memiliki elo. Sehingga, saat mereka gagal memiliki elo, mereka kecewa ke elo. Lalu nuduh elo jahat, karena tak bisa menerima mereka setelah sekian banyak perjuangan yang mereka kasih. (Baca: Dia PHP, atau Lo Yang Ngarep?)

Biarin aja orang kayak gitu pergi, dengan apapun yang mereka pikirkan tentang lo untuk menghibur diri. Salah sendiri selalu mencoba untuk ngasih, tapi berakhir dengan pamrih.

Oke.. This is the end of the post. Semoga mencerahkan. Bagi yang jatuh cinta, jangan takut buat mengakui. Bagi yang abis dikasih ucapan cinta, jangan buru-buru menjauhi.

Btw, lo pernah bilang cinta terus dijauhi juga? Share dong ceritanya!


Read More 92
Senin, Maret 07, 2016

Alasan-alasan Paling Menyakitkan Buat Putus

Sepanjang karier gue berasmara, gue udah sering sekali patah hati. Dan sebagian besar dari patah hati itu, adalah patah hati di saat gue belum sempat memiliki. Tapi begitulah cinta. Kadang dia datang di saat tak terduga, lalu melukai hati di saat kita terlena. Itulah kenapa, sekarang gue milih untuk berwira-asmara. Iya, berusaha mencintai diri sendiri.

Di postingan ini, gue mau berbagi beberapa pengalaman gue patah hati karena diputusin pacar, maupun calon pacar. Gue bakal bahas 5 alasan putus paling menyakitkan dalam sejarah gue berasmara. Semoga, lo nggak ngalamin juga.

Kita Tuh Nggak Pernah Cocok
Dulu gue suka bawain makanan favorit pacar gue setiap kali gue balik liputan. Hal itu sengaja gue lakuin, biar pacar gue selalu nungguin kedatangan gue. Suatu sore yang cerah, gue dateng ke rumah pacar sambil bawa Bakso urat favorit dia. Namun tak seperti biasanya, bakso itu tidak dia terima secara antusias. Dia hanya diam, meletakkan bakso itu di meja, tanpa dibuka kemasannya.

Melihat gelagat aneh itu, gue langsung bingung.
"Kamu kenapa?"

"Gapapa." Jawab pacar gue singkat, padat, dan jutek.

"Kok baksonya gak dimakan?"

"Gak laper."

Mendengar jawaban pacar gue itu, gue gak langsung percaya gitu aja.

"Tumben.. Kenapa sih? Lagi sakit, ya?" Sambil bertanya, gue pake helm gue, lalu berjalan menuju ke motor sambil bilang, "aku beliin obat dulu ya."

Belum juga dua langkah gue berjalan, pacar gue manggil, "aku mau putus."

Kalimat barusan membuat gue serasa diserang stroke di siang bolong. Kaki lemas, badan terasa dingin, dan bibir miring sebelah.

"Ha? Putus? Salahku apa?"

"Bukan salahmu kok. Kamu gak ada salah apa-apa." Jawab pacar gue sambil menaikkan salah satu kakinya ke kursi, dan menggigit-gigit tusuk gigi.

"Kalo aku gak salah, kenapa kamu minta putus?" Gue lepas helm, gue kibas-kibasin rambut secara slow-motion, sambil menatap matanya dalam-dalam.

"Aku ngerasa, kita tuh nggak pernah cocok."

***
Yes.. Absolutely, itu adalah alasan yang bullshit sekaligus menyakitkan.

KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA BARU NGERASA NGGAK NYAMAN SETELAH SETAHUN PACARAN?
KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA PERNAH SALING MEMBAHAGIAKAN?
KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA LEONARDO DICAPRIO DAPET PIALA OSCAR?!
Oke.. Maaf, kelepasan.

Maksud gue, manusia di bumi ini karakternya unik-unik banget. Berkat kemampuan Tuhan yang maha kreatif, kita semua punya kombinasi karakter, kecerdasan, ego, yang beda-beda levelnya. Sehingga, nggak bakal ada 2 manusia yang persis kecocokannya. Akan selalu ada bagian dari karakternya yang berseberangan. Nah, di situlah gunanya cinta, menyeimbangkan semua. Mengikis ego, sehingga tidak keras kepala, menurunkan kecerdasan, sehingga setara dengan pasangannya, menambah kesabaran, sehingga pasangan jadi lebih nyaman.

Dengan hilangnya rasa cinta, segala toleransi itu akan hilang begitu saja. Lalu, baru deh merasa bahwa si dia bukanlah orang yang cocok. Tapi kadang manusia terlalu gengsi untuk menyatakan cinta, maupun menyatakan bahwa cintanya sudah hilang begitu saja. Sehingga mereka membuat-buat alasan yang terkesan tidak begitu egosentris, tidak melankolis, dan sok logis, tapi bego. Diputusin dengan alasan kayak gini, emang menyakitkan. Tapi begitu kita sadar ini cuma alasan yang dibuat-buat, niscaya kita akan cepat move on, coz we realise that they're not worth it.

Bosan
Diputusin dengan alasan "bosan", memang menyakitkan. Dulu, waktu gue diputusin dengan alasan ini, gue langsung kepikiran, "jangan2, gue yg membosankan?"

Berkat diputusin dengan alasan semacam itu, gue pun sempat mencoba untuk selalu berinovasi agar tidak membosankan. Sehingga, setiap kali gue PDKT, gue selalu bawa konsol game, mesin dingdong, dan meja billiard buat dimainin bareng gebetan.

Tapi memang, diputusin dengan alasan bosan, menyisakan luka psikologis yang cukup dalam di diri kita. Kita akan kehilangan kepercayaan diri, kita akan merasa rendah diri, dan bagi yang mentalnya nggak kuat, mungkin akan jadi kapok mencintai lagi.


Siapa yang bisa berjuang demi cinta, saat dia kehilangan kepercayaandirinya? Saat dia dihantui kalimat "kamu tuh membosankan!" dalam batinnya. Wahai orang-orang yang merasa bosan dengan pasangan, coba baca artikel ini. Kebosanan dengan pasangan, jangan lo turutin. Kalo lo turutin, maka sampe alam baka juga lo gak bakal nemuin pasangan yang awet.

Dijodohkan/Tak Direstui
Bayangin sedihnya, udah jalan bertahun-tahun bersama, melakukan hal-hal seru berdua, tumbuh bersama, dewasa berdua, lalu harus berpisah karena pilihan orang tua.

Iya, gue pernah mengalaminya. Memang sakitnya luar biasa, terpaksa berpisah saat kita masih saling mencintai. Terpaksa membunuh perasaan yang berdua kita pelihara selama ini. Rasanya tuh kayak dipaksa ngebunuh dedek bayi yang masih imut dan gak berdosa. Susah buat tega.

Itulah kenapa, alasan "tak direstui" masuk ke dalam daftar ini. Siapa yang tak kesakitan, bila harus dipisahkan dengan orang yang selalu jadi kebutuhan? Siapa yang tak tersiksa, di saat paru-parunya, tak boleh lagi menghirup udara? But this bitter truth is still around. You've gotta'be ready.

Ternyata Aku Gak Bisa Ngelupain Dia
Gue pernah ngedeketin cewek, berbulan-bulan lamanya untuk membuat dia kembali ceria, sejak dia putus cinta. Segala upaya udah gue lakuin, agarmantannya bisa dilupain. Sampai akhirnya, gue bisa membuat dia tertawa. Itu adalah hari yang cerah rasanya. Meski tak ada matahari, tapi tawanya memberi kehangatan tersendiri.

Hari demi hari kami lewati bersama. Gue jadi semakin sering mendengar tawanya. Dan tawanya itu semacam mengandung zat adiktif, sehingga gue kecanduan untuk terus membuatnya ketawa. Sampai akhirnya, tawa itu hilang kembali, saat mantan cewek itu menghubunginya lagi.

Tuh cewek minta gue buat mundur, dengan alasan hatinya masih tertinggal bersama mantannya. Dan segala upaya gue untuk membuat dia tertawa, sia-sia. Di titik itu gue nyadar, sering membuat dia ketawa belum tentu berarti bisa membuat si dia bahagia. Fakta ini memang menyakitkan, tapi hati juga tak bisa dipaksakan.

Tanpa Alasan
Poin terakhir ini adalah yang paling kampret dibanding alasan-alasan putus di atas. Pernah nggak, suatu hari pacar lo tiba-tiba ngilang? Susah dihubungi, dan gak bisa dicari? Padahal, sehari sebelumnya, kalian masih bahagia bersama. Padahal, kemarin dia masih bilang cinta. Padahal, sebelum tidur dia masih sempat menyapa.

Ditinggalkan tanpa alasan, biasanya membuat orang sangat susah untuk move on. Karena si korban, akan selalu disiksa oleh rasa penasaran.

"Aku salah apa ya?"
"Aku kurang apa ke dia ya?"
"Masa punyaku terlalu kecil sih? Enggak ah.."

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan selalu mengganggu pikiran. Sehingga, otomatis si kampret yang tiba-tiba kabur itu pun selalu ada dalam ingatan. Iya, disiksa oleh rasa penasaran, kadang lebih menyakitkan dibanding disiksa oleh penyesalan.

Nah, untuk lo-lo yang berniat untuk berpisah dengan pasangan, tolonglah jangan gunakan alasan-alasan semenyakitkan itu. Berpisah doang pun sudah sangat menyakitkan. Jangan ditambah dengan alasan-alasan yang bisa membunuh mantan pelan-pelan.

Tapi alasan putus yang menyakitkan namun jujur ini masih kalah ganas sama alasan putus yang dibuat-buat, seperti "Kamu tuh terlalu baik buat aku". Gue gemes sama orang-orang yang make alasan aneh-aneh buat putus. Gue yakin, mereka takut dianggap jahat saat harus mengakui bahwa perasaannya ke pasangan sudah tidak ada. Padahal kebohongan maupun diamnya mereka untuk memutuskan pasangannya, malah lebih bejat rasanya. Tapi mereka mana peduli! Iya, tanpa cinta, memang tinggal ego yang berbicara. 

Kalo lo, paling sakit pas diputusin dengan alasan apa?
Read More 81
Kamis, Februari 04, 2016

Jika Orang Sedang Jatuh Cinta
Ngomongin tentang jatuh cinta, mungkin susah buat dipahami oleh orang-orang yang sedang tidak merasakannya. Tapi dari apa yang pernah gue alami, jatuh cinta itu ajaib. Hari ini gue mau nulis tentang jatuh cinta, agar orang-orang yang sudah lama tak mengalaminya, tidak lupa rasanya. Gue percaya, kadang ada beberapa orang yang perlu didorong dulu, agar terjatuh dalam cinta.

image by: gizmodo

Jatuh cinta itu bisa mengubah kita
Tanpa kita sadari, saat kita naksir sama seseorang, kita akan berubah. Berubah menjadi tipe orang yang disukai oleh gebetan. Misal, kalo kita biasanya nggak doyan brokoli, saat gebetan masakin brokoli, mendadak kita jadi suka makan brokoli, jus brokoli, atau bahkan rujak brokoli. Mendadak kita merasa, Brokoli adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Jatuh cinta bisa mengubah pribadi kita tanpa kita sadari, karena kita bisa dengan senang hati melakukan hal-hal yang dulunya kita benci. Jatuh cinta bisa membuat kita yang benci dengan omelan, menjadi rindu bila sehari saja tak mendengarkan ocehan. Cinta bisa pelan-pelan mengubah kita menjadi pribadi yang berbeda. Iya, jatuh cinta bisa membuat kita menjadi manusia yang munafik. Mendorong kita melakukan sesuatu yang dulunya kita tidak mau.

Jatuh cinta itu tak peduli dengan dunia
Orang yang sedang jatuh cinta tak akan peduli dengan kata orang. Orang mau bilang pasangan itu alay, orang mau bilang pasangan itu norak, orang mau bilang pasangan itu haram, mereka tak akan peduli. Karena mereka hanya peduli dengan satu hal: bahagia. Iya, selama mereka bahagia berdua, mereka tak akan terpengaruh dengan ucapan dunia. Itulah kenapa, kadang orang yang sedang jatuh cinta cenderung menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena mereka mendadak jadi keras kepala kepada teman-temannya, namun lunak hati kepada pasangannya.

Orang yang jatuh cinta, setiap hari isi otaknya cuma si dia. Setiap saat pengin menyapa. Setiap saat pengin menghubunginya. Karena menurut orang yang sedang jatuh cinta, nggak ada orang lain di dunia yang bisa menghilangkan kesepian di hatinya, kecuali orang yang dia cinta. Dia akan dengan bangga mengumumkan kepada dunia, siapa orang yang dia cinta, walaupun belum tentu orang itu jatuh cinta juga kepadanya.

Jatuh cinta itu menghapus kecerdasan
Gue percaya, orang yang benar-benar jatuh cinta tak akan bisa menggunakan logika. Akan banyak hal bodoh yang dia lakukan tanpa kesengajaan. Kadang, hal itu terjadi karena tekanan diri untuk selalu terlihat sempurna, hingga akhirnya malah kacau jadinya. Misal, pengin ngedate di bioskop doang, pake stelan jas dan sepatu pantofel. Dia berpikir, dengan pakaian semacam itu, dia akan terlihat sempurna. Tapi pada kenyataannya, itu adalah keputusan bodoh untuk memakai pakaian formal di lingkungan kasual.

Jatuh cinta yang telak, bisa meningkatkan kadar kebodohan pelakunya. Biasanya karena orang yang jatuh cinta itu akan terlalu gugup saat bertemu orang yang dicinta. Di situlah kebodohan menguasai kepalanya. Kadang, dalam hati pengin bilang, "Kamulah wanita tercantik di dunia."

Yang muncul di bibir adalah, "Kamu hebat ya, bisa makan pake tangan."

Tapi itulah cinta.. Kalo belum bisa membuat kita kehilangan isi otak, artinya  kita belum jatuh cinta dengan telak.

Jatuh cinta itu bisa mengajak berbuat hal-hal gila
Orang yang jatuh cinta dengan kadar tinggi, akan cenderung melakukan hal-hal yang nggak wajar. Misal, cuma karena gebetan nggak bales chat 1 jam doang, dia bakal duduk mojok di kamar, merenung, sambil mendengarkan lagu "Hampa" - Ari Lasso. Sejam tak berkabar dengan gebetan, dia merasa sangat tersiksa oleh rasa kehilangan.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa melakukan pengorbanan-pengorbanan yang tak wajar. Mereka rela tak makan cuma untuk membelikan obat pasangan yang sedang kesakitan. Mereka rela untuk tak jajan, untuk membelikan kado pasangan. Mereka rela tak tidur, untuk menemani begadang pasangan. Rela tak istirahat meski esok hari harus melaksanakan kewajiban.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa diam-diam mengambil foto-foto profile di sosmed gebetannya. Lalu foto itu diedit pake photoshop dan ditempelkan dengan fotonya sehingga terlihat sedang bersanding berdua. Itu memang hal gila, tapi bisa membuatnya bahagia.

Jatuh cinta itu....

(silakan isi sendiri di kolom komentar, ya!)

Itulah kira-kira hal-hal yang dialami oleh orang-orang yang sedang jatuh cinta sesuai yang gue inget. Semoga orang yang sudah lama tak jatuh cinta, bisa kembali tertarik untuk menghidupkan kembali hatinya.

Tapi, kalo ada temen lo yang mengalami ciri-ciri di atas, tolong dimaklumi, jangan dijauhi. Orang jatuh cinta itu nggak menular, mereka butuh bimbingan, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ciao!
Read More 93
Selasa, Januari 26, 2016

Sejarah TV Jadul Sampai Saat ini

Gue pernah hidup di zaman jaringan listrik belum masuk ke kampung gue. Waktu gue kecil, hiburan orang-orang di kampung gue kalo udah malem, cuma gelar tikar di halaman depan, melihat bintang. Tanpa polusi cahaya, dulu langit itu benar-benar kelihatan bintangnya. Zaman sekarang, pemandangan seperti itu sudah langka.

Sampai akhirnya, di kampung gue ada satu orang yang punya TV. Nama pemilik TV itu adalah pak Supri. Setelah Pak Supri punya TV, segala kegiatan melihat langit pun berubah. Setiap malam, orang-orang sekampung pada kumpul di rumah Pak Supri untuk menonton TV. Waktu itu channel TV cuma ada TVRI dengan segala acaranya yang mungkin bagi anak-anak muda zaman sekarang membosankan. Ada ketoprak, ludruk, dan berita yang selalu tayang pukul 7 malam. Beda sama sekarang, isinya kalo nggak sinetron tentang ababil yang cinta-cintaan, ya berita-berita infotainment hoax.

Listrik belum masuk kampung gue, tapi kok udah ada TV?

Percayalah, zaman itu, TV itu belum pake listrik dari PLN kayak zaman sekarang. TV yang kami tonton masih menggunakan aki.



Nah, karena TV-nya masih menggunakan aki, Pak Supri harus nge-charge tuh aki setiap hari ke kota. Untuk maintenance semacam itu, warga dengan kesadaran diri patungan dan memberikan uangnya kepada Pak Supri untuk membayar biaya charge aki. Bayangkan betapa ribetnya zaman itu.

Ngomongin TV, gue jadi penasaran untuk mengulik sejarah TV itu sendiri. Soalnya, melihat TV yang sekarang, sudah sangat jauh berbeda bentuk, fitur, maupun fungsinya. Yuk kita simak sejarahnya!

Sebelum kita bahas mengenai sejarahnya, kita pahami dulu apa itu arti kata Televisi. Televisi adalah nama hasil penggabungan dari kata Tele yang berarti jauh, Visi (vision) yang berarti penglihatan. Televisi, berarti penglihatan jarak jauh.

TV ditemukan oleh John Logie Baird pada tahun 1920-an. Baird mendemonstrasikan Televisi pertama di depan umum di Royal Institute di London. Namun, apakah TV bisa berjalan tanpa siaran? Tentunya tidak. Hingga akhirnya BBC melakukan siaran televisi pertama kali di tahun 1929. Dan sejak saat itu, TV menjadi perangkat hiburan dan informasi populer bagi setiap keluarga.

Evolusi TV


TV jadul, masih menggunakan sistem analog untuk penggantian channelnya. Tidak seperti sekarang, TV jadul menggunakan semacam tombol pemutar untuk mencari saluran TV yang mau ditonton. Jadi, pengguna harus memutar-mutar panel itu dan mencari freqwensi yang pas untuk menonton saluran tertentu. Mirip seperti saat kita mencari freqwensi radio.


TV jadul juga belum berwarna. Jadi, zaman yang gue alamin dulu, pas kecil, semua TV masih hitam-putih doang warnanya. Sampai-sampai waktu gue kecil, gue suka mikir, apakah zaman perang itu memang belum ada warna di bumi? Soalnya, setiap kali gue nonton film atau berita tentang perang di TV, cuma hitam-putih warnanya.


Lalu di akhir 1990-an, gue akhirnya bisa melihat TV berwarna. Gue inget banget waktu itu mama gue ngirimin TV dari Jakarta. Layarnya cembung, dan pas dinyalain, gue berasa melihat dunia yang berbeda. Seluruh acara yang gue tonton jadi berwarna. Sejak saat itu, gue jadi anak yang males keluar rumah, karena cinta mati sama TV.

Memasuki era 2000an, TV layar tabung sudah digantikan oleh TV layar datar. Tapi sampai sekarang gue masih belum paham apa bedanya layar cembung dan layar datar.

Tahun 2010, gue mulai menggunakan TV LCD. TV LCD ini gue demen karena tipis dan irit listrik. Gambarnya pun lebih baik dibanding TV tabung. Sayangnya, fiturnya masih sama aja kayak TV-TV sebelumnya. Cuma buat nonton TV. Udah, gitu aja.

Baru di tahun 2015 ini, gue ngerasain TV dengan fungsi yang sangat berbeda dari TV-TV yang pernah gue miliki. Jadi, kemarin gue baru nyobain Panasonic Viera Smart TV. Nggak tanggung-tanggung, ukurannya 49”. Kamar gue jadi berasa kayak bioskop pribadi.


Apa yang ngebedain Panasonic Viera Smart TV ini dengan TV biasa? BANYAK!

Resolusi dari Panasonic Viera ini adalah 4K, alias 4000an pixel. Dengan resolusi segede itu, nih TV bisa gue jadiin layar pengganti bagi laptop gue dan buat main game. Resolusi 4K adalah resolusi paling tinggi bagi gadget-gadget yang udah dijual secara umum saat ini. Nih.. Lihat betapa tajamnya resolusi 4K:



Bisa jadi pengganti monitor laptop loh! Resolusinya tinggi banget!

Gambar yang lo lihat itu udah hasil jepretan kamera, udah bening banget kan? Gue kasih tau. Aslinya jauh lebih bening. Setiap kali gue nonton resolusi 4K, gue berasa ngelihat penampakan aslinya. Kayak bukan di layar TV.

Panasonic Viera Smart TV ini juga dilengkapi dengan kacamata 3D. Yup! Dengan kacamata ini, gue bisa nonton konten video-video atau film-film yang 3D. Rasanya sama persis dengan nonton film di bioskop 3D. Bedanya, gue mau teriak-teriak pas nonton film menegangkan yang 3D pun, nggak perlu malu. Nggak kayak di bioskop.

Satu lagi fitur yang gue suka. Dulu gue kalo mau tidur suka nonton video-video di Youtube pake TV. Caranya ribet! Gue harus konekin laptop gue ke TV dulu, baru deh bisa nonton Youtube di TV. Tapi pake Panasonic Viera, kebiasaan ribet itu bisa gue tinggalin.

Soalnya, di dalam TV ini sudah ada fitur built-in apps. Di mana, kita tinggal konekin nih TV ke internet, lalu buka aplikasi Youtube yang udah ada di TV-nya, dan kita pun bisa langsung nonton Youtube di TV. Keren!!


Selain buat nonton TV dan Youtube, ada aplikasi web browser bawaan di Panasonic Viera. Jadinya, gue nggak perlu buka-buka laptop lagi buat browsing! Makin keren!!


Nah, melihat perkembangan TV yang segitu gilanya, gue merasa bersyukur pernah hidup cukup lama untuk menyaksikan evolusi teknologi. Dari zaman TV belum ada warnanya, sampai zaman TV udah bisa internetan kayak Panasonic Viera Smart TV ini!

Nah, lo pernah ngalamin nonton TV yang gimana aja? Share dong di kolom komentar.
Read More 47