Beberapa bulan yang lalu, gue traveling ke Tanjung Pinang, tepatnya di Pulau Bintan. Waktu itu gue pergi ke sana selain traveling, gue juga nemenin beberapa teman gue dari luar negeri. Mereka pengin ngelihat indahnya Indonesia, makanya gue ajak mereka ke pulau-pulau, bukan gue ajak ke Mall Senayan City.

Nah, menyadari destinasi gue adalah Tanjung Pinang, gue pun minta mama gue nyusulin gue dari tempat beliau berdomisili, yaitu Pulau Batam. Di mana, cuma perlu naik kapal feri selama kurang lebih 40 menit untuk nyusulin gue. Dan mama pun bersedia menyusul, dengan mengajak sepupu gue buat nemenin beliau sepanjang trip. Kami pun bersama-sama lagi di Bintan.














Ada satu masalah yang lupa gue perhitungkan, waktu itu gue nginep di Bintan Lagoon Resort. Nah, gue lupa belum mesenin kamar buat mama. Gue sempet panik karena waktu itu gue lagi hunting sunset di luar, dan di Bintan Lagoon Resort ini selalu ramai, gue takut nggak tersedia kamar lagi buat beliau. Terus gue iseng mesen kamar buat mama via aplikasi Traveloka. Syukurlah, mama masih kebagian kamar dan gue dapet diskon yang lumayan. Mama pun bisa beristirahat, dan gue bisa bernafas lega.

Hari kedua gue di Bintan, gue pergi menyusuri sungai Sebung untuk mengikuti tour mangrove. Gue dan mama duduk di perahu yang sama, dan kami pun memulai petualangannya. Setelah kurang lebih 20 menit kami menyusuri sungai, mama mulai berkomentar dengan menggunakan bahasa Jawa,

“Mas.. Iki jane meh nendi to? Kok isine wit-witan tok ngene? Lha iki mburi omah yo ono to. Gak perlu neng Bintan”. (Mas.. Ini sebenarnya mau ke mana sih? Kok isinya pepohonan doang gini? Ginian doang di belakang rumah sih ada, nggak perlu ke Bintan).

Dengan sabar gue jelasin ke beliau bahwa kita memang cuma ngeliat hutan konservasi Bakau. Di mana, itu gunanya untuk menjaga kestabilan air dan tanah, untuk mencegah banjir, dan bisa jadi tempat berbagai macam binatang untuk berhabitat.

Beberapa saat kemudian, mama nanya, “Emang binatang apa yang hidup di tempat kayak gini?”

Gue pun nunjuk ke arah atas beliau, dan dalam waktu kurang dari 2 detik, beliau berteriak. “Aaaa!! Ular!! PAKKK!! MAJUIN PERAHUNYA!! ULARNYA DI ATAS SAYA!! NANTI JATUH KE SAYA!! AAAA!!” 


Beliau melompat-lompat di atas perahu karena ketakutan. Perahu mulai bergoyang, semua orang ikut panik. Kang Perahu pun memajukan perahu sebelum mama gue kabur pake pelampung.

Setelah puas menyusuri Sungai Sebung, kami pun kembali ke resort. Di dekat resort, ada pantai yang panjang banget. Gue lupa namanya, tapi nggak bakal lupa indahnya.


Di pantai, gue milih buat main Kayak, beberapa temen gue milih buat main ATV, sedangkan mama gue lebih milih tiduran di ayunan sambil menikmati semilir angin pantai. Gue ajakin mama mandi di pantai, tapi mama cuma jawab, “Nggak mau!! Nggak bisa renang. Nanti tenggelam!" 



Gue pun biarin nyokap buat menikmati liburan dengan caranya sendiri. Buat beliau, tiduran di pinggir pantai adalah sebuah kemewahan. Karena sehari-hari, beliau sibuk berjualan. Jangan anggep gue sebagai anak durhaka, yang membiarkan ibunya kerja keras. Gue sudah pernah maksa beliau berhenti berjualan jamu, namun beliau menolak. Karena bukan uang yang beliau cari, melainkan kesibukan dan teman-teman ngerumpi. Ya, di usia yang mulai menua, manusia biasanya sudah tak punya banyak hal yang dimau, mereka lebih menghargai kebahagiaan-kebahagiaan yang bisa didapatkan secara sederhana.

Setelah puas main di Pantai, kami pun pergi menyusuri Tanjung Pinang untuk melihat hal yang menjadi ciri khas pulau itu. Yaitu, Vihara. Iya, Tanjung Pinang, menurut gue adalah kota dengan 1000 Vihara. Bahkan, di sana ada sebuah Vihara terbesar di Asia Tenggara.

Iya, kami berkunjung ke Vihara Avalokitesvara Graha untuk melihat megahnya tempat ibadah saudara-saudara kita yang menganut ajaran Buddha. Vihara ini ternyata luar biasa gedenya. Di halaman depan, ada ribuan meter persegi kebun Buah Naga. Di depan Vihara persis, ada patung Dewi dan Dewa yang disembah oleh penganut ajaran Buddha.


Masuk ke bagian dalam Vihara, gue langsung mangap. Ternyata bagian dalam Vihara, luar biasa megah dan menakjubkan isinya. Ada patung Buddha gede banget, semacam berlapiskan emas yang mengkilap, ada juga banyak patung-patung dewa lainnya. Bahkan, gue juga ngelihat patung menyerupai Sun Go Kong si Kera Sakti. Semua pemandangan itu membuat gue berdecak kagum, bahwa ternyata di setiap Agama, memiliki kemewahan masing-masing.

Setelah lelah berpetualang, kami pun kembali ke resort. Gue segera menuju kamar gue buat mandi dang anti baju. Namun, belum juga gue masuk kamar mandi, Mama nelpon gue.

“Ya, Ma?”

“Tolong mas..”

“Hah?! Mama kenapa?” Gue segera memakai sandal gue dan bergegas keluar kamar.

“Mama nggak bisa buka pintu kamar. Soalnya ini nggak dikasih kunci, malah dikasih kartu ATM”.

Mendengar jawaban Mama, gue lompat dari lantai 3 dan berniat untuk pingsan dulu 10 menit.

Iya, mama gue memang segitu polosnya. Dari dulu, beliau belum pernah tidur di hotel. Karena setiap kali gue ajak piknik, mama selalu nolak. Beliau berpikir, daripada piknik, mending duitnya ditabung. Namun saat itu beliau mau menyusul ke Bintan karena beliau rindu sama gue, bukan karena beliau pengin piknik. Kenapa gue bisa bilang begitu? Karena menjelang pulang ke Batam, gue sempet Tanya mama.

“Mama suka nggak, piknik ke Bintan?”

“Yah.. Suka deh.. kan ketemu Mas Alit” Jawab mama dengan nada datar.

“Loh? Nggak suka sama pikniknya?” Gue mengernyitkan dahi.

“Mama kan nggak suka piknik, Mas. Kalopun Piknik, mama cuma mau pergi ke satu tempat”.

“Ke mana, Ma?”

“Mekkah”. Nyokap tersenyum sambil menatap mata gue dalam-dalam.

Gue tertampar dengan kata beliau itu. Selama ini gue sering nyoba nyenengin beliau dengan ini-itu. Namun gue lupa, dari kecil, mama selalu bilang, beliau pengin naik haji.

Yah.. Traveling ke Tanjung Pinang kemarin, gue dapet pengalaman, keseruan, dan pelajaran. Namun yang terpenting, gue jadi termotivasi buat nabung biar mama bisa naik haji.

Okay.. This is the end of the post. Semoga apa yang gue sampaikan ini bermanfaat buat lo semua. Oiyah.. kalo lo pengin traveling juga, gue saranin lo pesan tiket pesawat maupun booking hotel jauh-jauh hari. Biar dapet harga lebih murah, dan bisa dapet harga promo juga, apalagi kalo lo pesen tiket pesawat, sepaket sama booking hotel. Makin murah deh! Coba deh, cek: http://traveloka.com/packages biar lo tau murahnya traveling bersama Traveloka.

I’ll see you around! Ciao!
Read More 57